Thursday, 10 August 2017

Bride Of Century


Choi Kang Joo : Meskipun ingin kuhapus semuanya tapi aku tidak sanggup

Choi Kang Joo : Ini adalah pertama kalinya, karena kau, aku tertawa, marah, bertengkar dan sakit hati, semua ini adalah pertama kalinya kualami dalam hidupku

Choi Kang Joo : Aku tidak menyerahkan hatiku pada orang lain, tapi untuk pertama kalinya, aku menyerahkan hatiku padamu

Choi Kang Joo  : Bagaimana caranya menyakinkanmu dan membuatmu berlari meninggalkanku ?

Choi Kang Joo : Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padamu, aku akan mengutuk pilihanku sendiri dan menjalani hidupku dengan membenci diriku

Na Doo Rim : Memilih untuk berpisah denganmu, aku sama sekali tidak menyesal 

Choi Kang Joo  : Aku akan merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu, tapi aku tidak akan datang mencarimu lagi, karena hanya dengan cara ini seperti ini, aku bisa melindungimu

Na Doo Rim : Aku tidak ingin karena melepaskanmu, aku harus menyesalinya seumur hidupku

Na Doo Rim : Didunia ini, tidak ada yang namanya masa depan cerah yang telah ditentukan, kenapa harus demi masa depan yang belum tiba, dan melewatkan saat ini, kau punya keyakinan jika kau tidak akan menyesal ?

Na Doo Rim : Melepaskanku kau yakin tidak akan menyesal seumur hidupmu ?

Na Doo Rim : Hati yang tidak akan berubah seratus hingga seribu tahun jauh lebih penting

Na Doo Rim : Kalau aku, sekalipun tanpa cincin berlian dan gaun pengantin, asalkan bisa memiliki karangan bunga liar dan cincin dari rumput, selama angin masih bertiup dan daun yang bergoyang mengikuti hembusan angin ditambah sinar matahari yang mengintip dari antara dedaunan memberkati kita, itu sudah cukup sempurna, cukup berarti

Choi Kang Joo : Aku ingin menjaga majikan hatiku

Choi Kang Joo :Jika memang benar ini adalah takdirku, aku ingin mencoba menghadapinya, sekalipun aku akan hancur lebur, demi pemilik hatiku, aku harus mencoba

Choi Kang Joo : Sekalipun nanti aku dicaci maki orang, biarlah aku tanggung seorang diri

Choi Kang Joo : : Kedepannya biarlah aku yang menenteng senapannya, aku jugalah yang akan menghadang peluru ke depan. 

Na Doo Rim : ini adalah pertama kalinya bagiku bertemu seseorang yang lebih menghargaiku , dibanding aku menghargai diriku sendiri, orang seperti ini mana boleh aku lepaskan

Choi Il Do : Ada seorang pujangga pernah berkata : Didunia ini tidak ada bunga  yang tidak bergerak karena diterpa angin, bunga yang setelah diterpa angin kencang tapi masih tetap bertahan, akan menjadi sangat berharga, juga akan memperkokoh cinta kalian hingga tidak mudah dihancurkan. (pujangga korea Do Jong Hwan " Bunga mekar yang ditiup angin")

Choi Kang Joo : Seratus tahun, bahkan seribu tahu  lamanya, bagaikan sebuah batu karang aku akan tetap mancintai dan menghargaimu

Cinta pertama Choi Il Do : Aku sama sekali tidak takut dengan apa yang akan terjadi pada diriku, yang kukhawatirkan adalah sepeninggalanku seorang diri ia harus menanggung rasa sakit kehilangan orang yang dicintainya...

Byul : Dimulai karena seseorang  yang mengharapkan sebuah cinta yang tidak akan tergoyahkan oleh segala godaan dan cobaan, seperti berhasil menerobos dinding es yang tebal dan mekar dimusim semi, kau berhasil mengatasi rasa takutmu, dan menunjukkan kekuatan cintamu, kau berhasil melewati ujian ini.

Byul : Jika kau ingin tetap berada disisinya, tinggalkan topengmu dan hadapi kenyataan

Byul : Ini adalah sebuah pertempuran yang susah dan kau akan kesepian, karena masa depan itu harus diciptakan oleh diri sendiri

Na Doo Rim : Demi keuntungan yang ada didepan mata, menerjang bagaikan binatang buas, orang orang yang menyebut dirinya manusia bukanlah manusia

Na Doo Rim : Semakin besar keserakahan seseorang , semakin ketakutan orang itu, dan semakin besarnya rasa takut itu, keserakahan itu akan semakin membesar bagaikan bola salju

Na Doo Rim : Karena keserakahanku, aku sama sekali tidak sadar jika orang yang paling  dekat denganku terluka dan menanggung rasa sakit

Na Doo Rim : Keseluruhan dari cinta itu tidak harus memiliki terkadang harus merelakan, demi orang itu dan merelakannya juga adalah sebuah bentuk dari cinta

Na Doo Rim : Mungkin aku akan menyesalinya seumur hidupku, mungkin aku sedang membayar harga dari keserakahanku

Na Doo Rim : Tidak apa-apa jika aku sedikit terluka, tapi aku tidak ingin gara-gara aku orang lain terluka

Lee Roo Mi : Semua  orang memiliki kebutuhannya sendiri, menjalani hidup baik dengan santai

Byul : Jalan yang harus ditempuh oleh sesorang, ditentukan olah kemaunnya sendiri,

Na Doo Rim : Janganlah diisi dengan kemarahan dan air mata, tapi dengan kegembiraan  dan senyuman, alhasil kau juga akan bisa melepaskan kemarahan dan kekecewaanmu itu, semuanya kan berubah menjadi tenang dan damai

Byul ; Ini bukanlah sebuah akhir, tapi sebuah awal

Byul : penantian dan kerinduanmu  membuatk mengerti apa itu cinta, injak semua penderitaanmu sekarang dan temukanlah jalanmu sendiri, teruslah berjalan hingga kau tiba dipenghujung jalan.

Choi Il Do ; Sekarang aku mengerti, kehadiranmu dalam kehidupanku adalah sebuah takdir yang berharga

Choi Il Do :Ketika musim semi tiba, bunga yang gugur dimusim dingin akan kembali bersemi, burung-burung yang meninggalkan tempat ini juga akan kembali.

Choi Kang Joo : Kukira didunia ini tidak ada yang namanya ketulusan, awalnya aku tidak ingin memberikan hatiku pada siapapun, utnuk pertama kalinya dalam hidpku, aku memberikan hatiku pada seseorang


Oh Jin Joo : Yang aku tahu itu jika kita menyukai sesorang, tidak butuh alasan,

Na Doo Rim : Apa gunanya barang yang kau gunakan dari kepala hingga kaki adalah barang-barang bermerek, kualitas kemanusiaanmu seharusnya bermerek juga

No comments:

Post a Comment