Tuesday, 12 September 2017

Age of Youth 2







Dasar aku ini penakut
Aku belum sukses sekarang
sebenarnya aku sangat ketakutan
terkadang aku sangat membenci diriku
Waktu kecil, aku poros dunia
Sudah pasti tidak akan merasa dirinya punya salah
Depresi bukan penyakit jiwa tapi penyakit sistematik
Jika kau memang bertalenta 

Mulai saat itu
Apa yang ada di pikiran orang lain diluar kuasamu
Membenci seseorang
Menderita beberapa  waktu
Titik variabel
Bagaikan sesuatu yang tidak penting
Karena ini pertma kalinya aku pacaran dan patah hati
Sekalipun kau jalan dengan gadis lain
Jangan memperlakukanku terlalu baik
Impian seperti apakah yang dimiliki oleh anak kecil tersebut saat itu
Kita saling berjanji untuk tidak berubah


Bagaikan seorang anak kecil yang menonjok sambil menutup mata
Seperti seekor anjing yang menyalak karena ketakutan
Aku adalah seorang yang penakut
Selalu merasa ketakutan
Tempat yang asing adalah tempat yang aneh
Tempat yang asing akan menjadi sebuah tempat yang menakutkan
Tempat yang menakutkan akan menjadi tempat yang buruk
Dengan demikian tempat yang asing menjadi tempat menakutkan yang harus dihindari
Aku kembali merasa takut
Takut jika orang lain merasa aku asing
Takut jika mereka merasa aku ini aneh
Karena itu aku berusaha sekuat tenaga ingin terlihat tidak jauh berbeda dengan yang lain
Aku kembali merasa takut
Aku takut tinju yang dilayangkan oleh si penakut yang ada didalam diriku akan mengenai seseorang
Menurutku, mungkin aku bukanlah orang baik seperti yang selama ini kukira
Aku takut sekali
(Yoo Eun-Jae, Yoon Jin-Myung,  Jung Ye-Eun,  Song Ji-Won)


Tidak akan menjadi rumit
Mungkin setelah paham jika dia ternyata orang baik dan karena terpaksa
Tapi aku sungguh merasa lelah
Baik itu baik atau buruk 
Aku hanya percaya pada satu hal
Kalau bukan musuh, ya teman
Aku tidak ingin tahu terlalu banyak
Jika tahu akan merasa kesepian
Begitu merasa kasihan
Tidak akan sanggup untuk membenci
Aku tidak ingin memahaminya
Tidak akan memahaminya
Tidak akan
Aku tidak akan mencoba untuk memahaminya
(Jo Eun)

Orang yang memberi luka biasanya tidak menyadarinya
Hanya orang yang merasakan yang akan mengingatnya
(Yoo Eun-Jae)

Manusia itu
Jika rahasia yang disembunyIkannnya
Ketahuan orang lain
Biasanya akan marah
(Yoo Eun-Jae)



Menjaga jarak berarti juga mengisolasi diri sendiri
Menjaga jarak berarti juga harus menanggung kesepian
Bertahan hidup memang demikian
Inilah strategiku dalam mempertahankan hidup
Aku menjalani hidup bagaikan sebuah jam alarm dengan penutup diatas
Beginilah aku bertahan hidup
Dan akan terus bertahan hidup dengan cara demikian
(Yoon Jin-Myung)

Aku tidak ingin melukai siapapun
Terutama terhadap orang-orang yang menyayangiku
(Jo Eun)

Aku berpura pura tidak tahu
Jika ketahuan aku sudah tahu
(Jo Eun)

Aku hanya melihat yang ingin kulihat
Jika melihat terlalu banyak
Aku akan kehilangan haluan
(Jung Ye-Eun)



Aku sama sekali tidak peduli
Sekalipun jika aku peduli 
Tidak ada gunanya 
(Yoon Jin-Myung)

Aku hanya percaya yang ingin kupercayai
Dengan demikian akan terasa lebih bahagia
(Yoo Eun-Jae)

Aku hanya mengingat apa yang ingin kuingat
Karena aku ingin melindungi diriku sendiri
(Song Ji-Won)

Karena kutrang berusaha
Tanpa mimpi manusia itu bukan apa-apa
Mereka yang memiliki mimpi
Niscaya tidak akan termakan oleh usia
Peluh yang becucuran karena kerja keras
tidak akan mengkhinatimu
(Hae im Dal)





Dua anak kecil yang sangat mirip
Wajahnya hampir mirip
Perawakannya juga mirip
Rambutpun sangat mirip
Hingga senyumannyapun sangat mirip
Dua anak kecil
Salah satu dari mereka mengalami peristiwa yang tidak seharusnya dialami
Kemudian hal itu tersebar luas
Diusir dan terpaksa
Mungkin dikarenakan peristiwa ini
Membuatnya kehilangan ibunya
dan menjadi anak yatim piatu
Tinggal dirumah kerabat dan diperlakukan dengan tidak baik
Ia melarikan diri dan tiada lagi berita tentangnya
Sepertinya hingga sekarang anak itu menjalani hidup dalam penderitaan
Sedangkan anak satunya lagi lulus SD, lulus SMP,  dan lulus SMA
Dan kemudian menjadi seorang mahasiswi
Anak itu kelak juga akan menjalani hidup yang biasa dan tenteram
Dua anak yang mirip, disaat yang sama memiliki jalan hidup yang sangat berbeda
Celah seperti apa yang aa ditengah-tengah itu ?
Apa yang menyebabkan nasib kedua anak ini menjadi sungguh berbeda
Walaupun sebabnya tidak diketahui
Tapi perasaanku mengatakan ini adalah hal yang sangat sepele
sangat-sangat sepele
terlalu sepele sehingga alasannya luput dari perhatian siapapun
Ada kemungkinan hidupku berjalan ke arah yang sama sekali berbeda dengan sekarang ini
Aku sangat takut
Tapi juga ada perasaan lega
Kejadian yang sangat sangat sepele itu tidak menimpaku
Satu sisi aku merasa beruntung
Disisi lain aku merasa bersalah pada anak itu
(ini isi hati dari Song Ji-Won)



akupun membenci diriku sendiri
Karena itu mana berani aku berharap orang lain akan menyukaiku
Jika ingin menjadi orang jahat harus sampai tuntas
Tapi aku malah hanya setengah saja
Setengah benci, Setengah menyesal, Setengah berharap,  
Alangkah baiknya jika aku bisa lebih jujur dan terus terang
Mungkin akan ada orang yang menyukaiku yang seperti ini
Percuma, Dia hanya akan menertawakanku
Daripada ditertawakan lebih baik aku seorang diri kesepian
Maka tidak akan terluka
Jika tidak ada perasaan suka terhadap seseorang 
Tidak akan ada rasa sakit hati
Jika tidak ada keinginan 
Jangan pernah mengharapkan apapun
Menutup satu persatu pintu dengan rapat-rapat
Jangan mengharapakan apapun
Jangan menginginkan apapun
Menutup satu persatu pintu dengan rapat-rapat
Jika berpura-pura tidak maka aku akan bisa kembali ke semula
Jika tidak memperhatikan, maka tidak akan diperhatikan
Berpura-pura tidak tahu
(Pemikiran Jo Eun)




Kukira saat aku jatuh tertidur dunia akan berhenti berputar
Karenaku dunia ini berputar
Dunia tanpaku tidak sanggup kubayangkan
Saat itu segala sesuatu yang ada didunia ini ada
karean cintanya padaku
Entah mulai sejak kapan
Aku mulai menyadari sekalipun tanpa kehadiranku
Dunia ini terus berputar
Entah mulai sejak kapan
Aku mulai menyadari jika diriku bukan lagi poros dunia ini
Entah mulai sejak kapan
Aku mulai menyadari jika diriku tidak lebih satu dari antara lautan manusia yang lain
Entah mulai sejak kapan
Aku mulai menempatkan seseorang sebagai poros bagi duniaku
Tidak peduli seberapa aku menginginkannya
Ada saat dimana aku tak bisa memperolehnya
Aku yang perlahan secara berangsur mulai marah dan membenci diri sendiri
Entah mulai sejak kapan
Hari itu aku, sekali lagi menyadari
Seperti halnya aku sanggup membenci seseorang
Aku juga bisa jadi target kebencian seseorang
(Jung Ye-Eun, Song Ji-Won, Hae im Dal, Yoon Jin-Myung, Yoo Eun-Jae, Jo Eun, Jung Ye-Eun)



Orang yang baik saat bertemu sengan orang yang agresif
Pati akan menganggap ini adalah kesalahannya
Orang jahat

Yang lebih kejam dari mati disini adalah pikiran gila kita jika harus tetap hidup disini
Rajin bergerak akan memperbaiki gejalanya
Sudah pasti kau akan mencari cara untuk bertahan
(Yoon Jin-Myung)





Sebuah kebetulan
Sebuah kebetulan kami duduk bersama
Tidak memiliki pemikiran yang sama
Tidak juga kegemaran yang sama
Latar belakang juga berbeda
Tidak lebih hanyalah
Kebetulan duduk bersama satu baris
Hanya inilah satu-satunya alasan
Ini sudah lebih dari cukup
Hari itu
Kami jadi teman
(Jung Ye-Eun)



Merasa sakit hati gara-gara hal seperti itu hanya akan mengonsumsi perasaan
Lupakan saja
Kalau begitu terus yang rugi dirimu sendiri
Kuatkan dirimu
(Yoon Jin-Myung)



Dibenci seseorang
Pertama kali melihat surat itu
Hatiku merasa merinding
Diserang rasa jijik yang kuat
Setelah itu aku berpikir
Tidak mungkin aku membenci seseorang sampai segitunya
Tidak mungkin aku dibenci seseorang hingga demikian
Baik itu dulu maupun kelak
Rasa benci itu bagaikan sebuah bola salju
Pada awalnya ukurannya kecil
Kemudian bergumul dan bercampur aduk dengan berbagai perasaan dan 
Jadi semakin membesar
Karena terlalu suka, jadi benci
Karena tidak suka, jadi benci
Karena memiliki terlalu banyak, jadi benci
Karena merasa bersalah, jadi benci
Membenci tanpa daya
Rasa benci yang berangsur-angsur membesar itu
Suatu saat akan kehilangan kendali
Mungkin itu aku
Surat merah jambu itu 
Mungkin ditunjukkan padaku
Walaupun bukan sekarang atau seketika
Tapi esok atau lusa
Surat yang suatu hari akan kuterima
Mungkin ia tiba terlalu dini
(Yoon Jin-Myung)



Merasa bersalah beberapa waktu
Saat terasa agak mendingan
Berjuang untuk tetap bertahan hidup
Tidak mungkin karena hal yang pernah terjadi
Dimasa lalu mencari mati
seiring berlalunya waktu
Semuanya akan berangsur membaik
(Song Ji-Won)



Melambangkan perubahan arah pada titik kurva
Betul, titik kurva tidak memiliki arah
Juga tidak memiliki makna apapun
Hanya pada saat titik-titik itu terhubung satu dengan yang lain
Pada saat itulah baru kita mengetahui makna sebenarnya
Pada satu moment itu terjadi
Kita akan tahu
Setelah momen tersebut lewat barulah akan terasa kita
Telah melewati titik kurva tersebut
Mungkin seperti garis Nascar
Terlihat bagaikan garis yang tidak memiliki makna
Jika dilihat dari kejauhan akan terlihat
Bagaikan burung kolibri atau mahluk luar angkasa
Seharian hari ini
Momen saat ini
Sepatah kata sekarang ini
titik-tiitik variabelku yang tiada terhitung jumlahnya
(Yoo Eun-Jae)



Bagaikan tidak pernah tejadi sesuatu apapun
Sebenarnya ini rasanya mejerit sekeras-kerasnya
Sebenarnya ingin rasanya berlari
Jika berteriak maka akan ketahuan
Jika berlari 
Maka akan dikejar
Ketidakberuntungan yang disembunyikan
 Bagaikan petak umpat 
Akan mencengkram kaki
Kita harus mengarahkan segala daya upaya
dan berjalan dengan perlahan-lahan
(Age Of Youth)




Sehingga aku jadi begini
Semuanya adalah perasaan yang pertama kali kurasakan
Tapi akan lebih baik jika aku tidak melakukan semua itu
Maaf
Dan juga terima kasih
 Karena membuatku merasakan seperti apa rasanya dicintai oleh seseorang
Membuatku jadi tahu mencintai seseorang  seperti apa rasanya
Mengucapkan terima kasih padamu
adalah sesuatu yang harus kuucapkan padamu
Terima kasih
(Yoo Eun-Jae)



Tolong jangan sekali-kali bilang
gadis itu gagal memenuhi ekspektasimu
(Yoo Eun-Jae)

Aku bisa salah paham
Tapi jangan pula
Memperlakukanku dengan tidak baik
(Yoo Eun-Jae)

Berharap menjalani hidup dengan tenang
Mendamkan perut yang kenyang atau mendambakan kasih sayang
Aku merasa turut berduka untuknya
Walaupun sedikit terlambat
Merasa berduka atas impiannya
Yang berubah jadi gelembung-gelembung
Apa yang masih melekat diingatan dan yang hilang dari ingatan
Tidak ada yang sanggup dilakukan
Sahabatku Moon Hyo-Jin
Hari ini aku memanjatkan doa untuk mereka
Semoga mereka jangan smapai menghadapi badai yang menerpa
Jangan menalamai kejadian yang lebih berat dari yang sanngup mereka pikul
Sekalipun akan terasa membosankan
Semoga mereka memiliki kehidupan yang tenang
Aku juga berdoa
Jika harus melalui ujian yang berat
Semoga mereka bisa melaluinya
Dan melangkahkan kaki kedepan
Semoga mereka berusaha sekuat tenaga untuk jadi diri mereka sendiri
Sebagaimana yang mereka inginkan selama ini
(Song Ji-Won)



Kau tidak tahu seberapa aku berusaha
Kenapa memangnya kalau hancur 
Lagipula ini adalah yang terakhir kalinya
Tidak peduli apa itu yang kau lakukan
Selama kau melakukannya dengan sebaik mungkin
Itu sudah lebih dari cukup
(Yoon Jin-Myung)



Kita bersumpah sampai mati pun tidak akan berubah
Kukira tidak akan pernah berubah
Kukira cukup hanya kita berdua saja
Siapakah yang jahat ?
Yang jahat adalah orang yang berubah
Atau orang yang tidak berubah itu yang jahat ?
Kau dan aku adalah dua keping puzzle yang tidak cocok
Jika dipaksakan hanya akan meninggalkan luka
Kareana rasa takut jika orang yang kusayangi menjadi terluka
Mata pisau yang tajam kuarahkan pada diriku sendiri
Dengan demikian orang yang akan tertusuk adalah aku
Bila mendekat akan terasa sakit
Tapi bila saling menjauh terasa bagaikan mati
(An Ye-Ji)



Setiap minggunya gak sabar nungguin subtitle dari drama ini, walaupun dramanya sudah tayang, tapi buat nungguin subtitle itu lumayan lama dibandingkan drama-drama lainnya. Drama Age of youth 2 sudah selesai/tamat, aku menyukai drama ini dan sangat direkomendasikan buat dinonton hehe. Dibandingkan dengan cerita dari age of youth yang pertama sbebenarnya aku lebih menykai yang pertama berdesarkan alur ceritanya, di seri yang pertama menurutku ceritanya menyentuh banget, lumayan sedih, terutama cerita tentang yoon sunbae dan chef (salah satu couple kesukaan di age of youth yang pertama).



Cerita age of youth 2 juga seru, dan ada beberapa pemain baru, seperti pemeran dari Yoo Eun-Jae yang yang digantikan oleh Ji-Woo yang sebelumnya diperankan oleh Park Hye-Soo. Park Hye-soo tidak bisa memerankan kembali Yoo Eun-Jae karena bentrok dengan syuting drama lain. Tadinya sedih karena pemerannya diganti tapi setelah nonotn age of youth akting Ji Woo tidak mengecewakan sesuai dengan karakternya. Karakter Yoo Eun-Jae pada age of youth pertama dengan yang kedua mengalami perubahan.




Menurutku untuk endingnya ada beberapa yang membuatku kurang puas, pertama yaitu hasil akhir dari kasus Song Ji-Won dengan Gurunya, pengen banget itu guru yang diipuji-puji dipenjara dan dikucilkan (Jahat banget ya hehe, mian) yang kedua Song sunbae yang tidak jadian dengan sahabat Sung-min, walaupun dijelaskan  bahwa Im Sung-min ternyata memang menyukai Song sunbae. Yang ketiga hubungan antata Jo-Eun dengan Ye-ji yang masih renggang. Keempat yang bikin sedih Yoo eun Jae putus dan tidak balikan lagi dengan Hyun-Soo Sunbae (menurutku Hyun-Soo masih menyukai Yoo Eun, atau mungkin berubah karena Yoo Eun juga berubah karakternya), tadinya mereka termasuk couple kesukaan juga di age of youth pertama (sebenarnya suka semuanya kecuali pacaranya  Jung Ye-Eun, tapi didrama ini  Jung Ye-Eun mendapatkan pacar baru yang baik) dan yang terakhir, akhir cerita yang tidak sesuai expektasiku yaitu pengennya Yoon subae nikah dengan chef diakhir episode hahaha tapi tetap lega karena Yoon Sunbae tidak masih pacaran dengan Chef, semoga ada Age of Youth 3 dan seterusnya. 


Terima kasih buat udah mampir ke blog ini. berikut ini link buat kutipan dari age of youth yang pertama http://aboutkoreandramaquote.blogspot.co.id/2017/09/age-of-youth.html. Oh iya kalau ada yang mau request kutipan drama korea silahkan sebutkan requestnya di kolom komentar. 


No comments:

Post a Comment